bongjun { jurnablogis planet natuna }

Democreation (1)

Saat ini kita sedang menikmati government of the people, by the people, and for the people”- nya Abraham Lincoln. Mengapa kita memilih sistem demokrasi ? Menurut almarhum Plato itu disebabkan oleh :

“Gagalnya” sekelompok kecil cerdik pandai (Aristokrasi ) saat memimpin negara dalam mensejahterakan masyarakatnya. Kemerosotan Aristokrasi melahirkan pikiran bahwa mungkin saja kesejahteraan rakyat akan didapati jika negara dipimpin oleh sekelompok hartawan. Lalu lahirlah Timokrasi.

Runyamnya, dalam sistem Timokrasi ternyata melahirkan anggapan bahwa yang berhak untuk memerintah negara adalah orang kaya saja. Ternyata sistem ini juga rawan. Yang terjadi adalah para orang kaya lebih mementingkan kepentingan pribadinya. Kesejahteraan rakyat tak kunjung terwujud. Ini disebut Oligarchi.

Dalam alam Oligarchi, sekelompok orang kaya menjalankan pemerintahan namun hanya untuk kepentingan pribadi. Kemelaratan umum semakin menjadi-jadi. Ini ditandai dengan mudahnya ditemukan para “ peminta “ di setiap pelosok negeri. Protes dari rakyat terhadap ketidak-adilan bermunculan dimana-mana. Tekanan penguasa menjadi berita yang membawa duka.

Akhirnya rakyat sadar, lalu bersatu,…dan lahirlah jabang bayi Demokrasi. Lalu pertanyaan berikutnya adalah apakah sistem demokrasi telah mampu melahirkan pemimpin yang berpikir dan bertindak untuk kesejahteraan rakyatnya ?. Jawabannya tentu Tidak Serta Merta,….rakyat harus bersabar !

“It has been said that democracy is the worst form of government except all the others that have been tried.” ( almarhum Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris )

Masih menurut Plato,….

Dalam pemerintahan secara demokrasi kebebasan dan kemerdekaan setiap individu diutamakan sehingga rakyat susah diatur. Mungkin ini yang di maksud oleh Pak Wilmar Witoelar dengan “demokrasi harus hiruk pikuk….”

Karena rakyat semakin susah diatur negara menjadi KACAU, dan ucapkan selamat datang kepada Anarchy……Dalam suasana seperti itu seorang pemimpin harus kuat dan tegas. Ini memberi peluang untuk lahirnya seorang TIRANY.

Dan Tirany adalah : Pemerintahan dipegang oleh seorang saja dan tidak suka terdapat persaingan. Semua orang yang menjadi saingan disingkirkan dan diasingkan, Pemerintahan ini tambah jauh dari keadilan. Hehehe….

Sambil menikmati lebatnya curah hujan disertai alunan merdu musk dari Radio online El-John 88,5 FM Pangkal Pinang,……

Sebetulnya apapun sistem pemerintahannya tidak penting. Yang terpenting adalah kehadiran seorang pemimpin yang ber-Integritas tinggi terhadap kepentingan rakyatnya dan sesuai dengan alur zaman, bukan yang berintegritas terhadap kepentingan pribadi dan kelompoknya…..serta lebay. Semoga pemimpin tersebut segera lahir. Bersambung…………….

PS :

jangan tanya Mbah Google tentang DEMOCREATION,…karena beliau akan menjawab : Mungkin maksud anda Democration hahaha….

(inspirasi tulisan dari berbagai sumber )

Dummy placeholder (20px)

2 Komentar:

orang pulau said...

saat bangsa ini memutuskan untuk menerapkan demokrasi tentu itu adalah pilihan yang baik, namun yang paling penting ada apapun bentuknya seperti yang bro jelaskan diatas integritas tinggi seorang pemimpin sangat menentukan untuk tercuptanya kesejakteraan masyarakat.

raja peni said...

demokrasi = dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Jika rakyat menyadarinya...sesungguhnya akan melahirkan pemimpin yang dapat berbuat untuk rakyatnya... tapi sayang tidak semua rakyat menyadarinya.....

Post a Comment

Serial Padepokan Rumah Kayu

Komentar