bongjun { jurnablogis planet natuna }

Kantor “Gayus” di Planet Natuna

Pagi ini saya bersama Yayang ke ibukota kabupaten planet Natuna. Tujuan kali ini ke kantor “Gayus” untuk membuat NPWP. Kantor “Gayus” tidaklah terlalu besar. Ruangan kecil tersebut tertata apik. Sejuk ber-AC. Terlihat jumlah karyawannya hanya dua orang. seorang perempuan cantik berkerudung dan seorang lelaki tampan. Senyum mereka menambah sejuk hati rakyat kecil seperti saya. Sangat efisien.

Pemandangan ini sangat kontras bila dibandingkan dengan jumlah karyawan pada kantor-kantor pelayanan publik ( Kantor Pemerintahan di Planet Natuna) yang biasanya penuh dengan karyawan ( tenaga honorer / CPNS ). Namun sangat miskin dengan keramah-tamahan dalam melayani publik. Tidak efisien

“ Saya ingin membuat NPWP “

“Maaf pak yang mau membuat NPWP ibu atau bapak ? “ tanya karyawan lelaki tersebut dengan ramah.

“ Oh,...NPWP buat isteri saya “

“ Photo copy KTP-nya ada ?”

Ada

“ Kalau begitu bapak silahkan menunggu,.....silahkan ibu saja yang di sini “.

Kebetulan pada saat yang bersamaan seorang sesepuh di kampung kami meninggal dunia. Akhirnya yayang saya tinggalkan sendiri di kantor “Gayus”. Saya menyempatkan diri untuk melayat.

Jam 13.30 Wib kamipun pulang.

“ Bagaimana tadi dikantor “Gayus” ? “

“ Wah pelayanannya cepat kok,....Cuma sekitar dua puluh menit selesai.” Ujar Yayang-ku.

“ Ongkosnya berapa ? “

“ Karyawannya bilang tidak ada biaya.” Jawab Yayangku sambil tersenyum.

Yayangku mungkin tidak tahu bahwa pelayanan ramah tanpa uang “pungli” yang dinikmatinya tadi adalah hasil dari sebuah kebijakan dari seorang menteri. Seorang perempuan Indonesia yang berjuang melawan sisa-sisa kebijakan masa lalu namun terus dicerca oleh sebagian politisi di Senayan. Buah dari reformasi yang secara tegas beliau jalankan pada jajaran kementrian yang dipimpinnya. Mudah-mudahan penerus bu menteri juga konsisten dengan kebijakan seperti ini. Sebuah kebijakan yang terasa manfaatnya jauh sampai ke ujung negeri.

Alangkah indah dan bahagianya publik di planet Natuna, jika kantor-kantor pemerintahannya menerapkan pola pelayanan publik seperti di kantor “Gayus” tadi. Ramah, efisien dan tanpa pungli.

Hari ini sepanjang perjalanan pulang ke rumah, ada dua harapan dan doa di hati saya.

Pertama, semoga saja Pilkada Planet Natuna kali ini menghasilkan pemimpin yang mempunyai integritas, komitmen dan keberanian yang tinggi untuk mereformasi “kebobrokan” di planet Natuna.

Dan yang kedua, semoga Ibu Sri Mulyani Indrawati mencalonkan diri menjadi Presiden Indonesia pada tahun 2014,........ Insya Allah dua suara dari planet Natuna akan memilih bu SMI. Aku dan Yayangku. ......yang lainnya menyusul hehehe....salam dari pulau.

Dummy placeholder (20px)

2 Komentar:

Adzanta Bilhaq said...

"Pertama, semoga saja Pilkada Planet Natuna kali ini menghasilkan pemimpin yang mempunyai integritas, komitmen dan keberanian yang tinggi untuk mereformasi “kebobrokan” di planet Natuna." Inilah langkah yang bisa kita lakukan bersama, memilih pemimpin2 yang baik agar di 2014 bisa besama sama Presiden pilihan kita ibu SMI langsung bergerak melakukan percepatan mensejahterakan rakyat.

bongjun said...

Pak Adzanta Bilhaq :
Amin.....semoga terwujud pak. terima kasih sudah mampir di blog planet aneh ini hahaha.

Post a Comment

Serial Padepokan Rumah Kayu

Komentar